Kamis, 24 Oktober 2019

Biogenetik alkaloid pada makhluk hidup


Biogenetik alkaloid pada makhluk hidup



Pada pembahasan kali ini juga akan dibahas terkait kemungkinan proses biosintesis senyawa turunan alkaloid pada makhluk hidup. Sebelum masuk pada pokok pembahasan, alangkah baiknya jika kita ulang kembali sedikit tentang alkaloid. 

Alkaloid adalah senyawa yang bersifat basa atau alkali dimana sifat basa ini berasal dari atom yan dimilikinya. Biogenetik merupakan suatu zat yang diproduksi oleh makhluk hidup melalui proses biologis, dan zat yang diproduksi ini dibutuhkan untuk kelangsungan hidupnya.

Sifat basa dari senyawa alkaloid ini disebabkan oleh adanya atom Nitrogen dalam molekul suatu senyawa alkaloid didalam struktur lingkar heterosiklik atau aromatis. Alkaloid secara umum mengandung paling sedikit satu buah atom Nitrogen yang bersifat basa dan merupakan bagian dari cincin heterosiklik. Alkaloid ini merupakan suatu golongan metabolit sekunder terbanyak dialam.

Biogenetik itu sendiri dapat kita artikan yaitu suatu zat yang diproduksi secara biologis oleh suatu organisme hidup yang mana zat tersebut diperlukan untuk keberlangsungan hidup. Genetika atau biogenetik merupakan suatu teknik yang bertanggung jawab untuk memanipulasi bahan genetik untuk mengubah informasi herediter sel dan dengan demikian mendorong transfer DNA dari satu organisme hidup ke organisme lain, mencoba memperbaiki cacat genetic.

Dari segi biogenetik, alkaloid diketahui berasal dari sejumlah kecil asam amino yaitu ornitin dan lisin yang menurunkan alkaloid alisiklik, fenilalanin dan tirosin yang menurunkan alkaloid jenis isokuinolin, dan triftopan yang menurunkan alkaloid indol. Penelitian di bidang kimia alkaloid tiap tahun selalu berkembang pesat.



gambar 1. Terpenoid indoles biosintesis

permasalahan :

1. Telah dijelaskan diatas bahwa alkaloid berasal dari beberapa asam amino seperti lisin. Jadi menurut anda mengapa alkaloid yang berasal dari sebuah asam dapat tetap bersifat basa?

2. kita ketahui bahwa alkaloid berasal dari asam amino yaitu fenilalanin, tirosin, dan triptopan dan ada beberapa lainnya. Mengapa hanya beberapa asam amino yang hanya dapat menjadi precursor pembentuk alkaloid?

3. biogenetika pada alkaloid ini bagian dimanamnya pada tumbuhan dapat di gunakan sebagai sampel?

Minggu, 20 Oktober 2019

Percobaan 7 Isolasi Senyawa Bahan Alam (Alkaloid) (Awal)


Isolasi Senyawa Bahan Alam (Alkaloid)

I. Judul                     : Isolasi Senyawa Bahan Alam (Alkaloid)
II. Tujuan                 : Adapun Tujuan dari Praktikum Kali ini adalah:
                                    1. Dapat menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya alkaloid
                                    2. Dapat mengenal sifat-sifat kimia alkaloid melalui reaksi-reaksi pengenalan yang spsifik.
III. Landasan teori
Kafein, 1,3,7-trimetilxantin biasanya terdapat pada tanaman kopi, the, coklat dan juga banyak terdapat dalam minuman seperti cocacola. Kafein termasukkedalam kelompok alkaloid golongan purin,dimana strukturnya banyak mengandung N yang erikat dalam struktur.kafein juga mempunyai efek fisiologis jika terdapat pada darah yaitu bersifat stimulant.mengisolasi kafein daribahan alam misalnya daun the termasuk mudah karena mudah larut dalam air panas dan lebih larut lagi dalam kloroform (Tim Penuntun Kimia Organik 2, 2015).
Secara umum, untuk golongan senyawa alkaloid memiliki sifat-sifat antara lain alkaloid biasanya berbentuk Kristal tak bewarna, tidak mudah menguap, tidak larut dalam air, larut dalam pelarut organic misalnya seperti etanol, eter dan kloroform. Alkaloid juga bersifat basa yang pada umumnya berasa pahit, dan juga bersifat racun yang mempunyai efek fisiologis, serta optis aktif.  Alkaloid memiliki sifat fisiologis yang menonjol dan juga sering digunakan secara luas dalam bidang pengobatan (Muderawan,2002).
  Kafein ialah senyawa alkaloid xanthine berbentuk Kristal dan berasa pahit dan bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif. Kafein ditemukan oleh seorang kimiawan Jerman, Friedrich Ferdinand Ronge pada tahun 1819. Kafein dijumpai secara alami pada bahan pangan seperti biji kopi, daun teh dan mate. Pada tumbuhan ia berperan sebagai peptisida alami yang melumpuhkan dan mematikan serangan-serangan tertentu yang mamtikan tanaman tersebut. Ia umumnya dikonsumsi oleh manusia dengan mengekstraksi dari biji kopi dan daun teh (Hasnawati, 2010).
Alkaloid dapat dikalsifikasikan berdasarkan sumber dan gugus fungsi yang dikandungnya. Menurut Hegnauer, alkaloid digolongkan menjadi 3 yaitu alkaloid sesungguhnya, protoalkaloid dan psudoalkaloid.  Dan juga alkaloid merupakan suatu golongan senyawa organic yang terbanyak ditemukan di alam. Hampir seluruh alkaloid berasal dari berbagai jenis tumbuhan. Semua alkaloid mengandung atom nitrogen yang bersifat basa dan merupakan bagian dari cincin heterosiklik. Refluks, salah satu metode dalam ilmu kimia untuk mensintesis suatu senyawa, baik organic maupun anorganik. Umunya digunakan untuk mensintesis senyaw-senyawa yang mudah menguap atau volatile. Pada kondisi ini jika dilakukan pemanasan biasa maka pelarut akan menguap sebelum reaksi berjalan selesai. Prinsip dari metode refluks adalah pelarut volatile yang digunakan akan menguap pada suhu tinggi (Slamet,1989).
IV. Alat dan Bahan
4.1 Alat
Adapun alat yang digunakan adalah:
1. Corong pisah 500ml
2. Erlenmeyer
3. Corong Buchner dan vakum
4. Pemanas mantel
5. Gelas kimia 500ml
6. Corong gelas dll
4.2 Bahan
adapun bahan tang digunakan adalah:
1. Kalsium karbonat serbuk
2. Kloroform atau metilen klorida
3. Benzene
4. Petroleum benzene
5. Larutan NaOH 5%
6. R. Dragendrof
7. Reagen wagner
8. Plat T:LC
9. Ca(OH)2

V. prosedur kerja
Adapun prosedur kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut :
1)      Dimasukkan 25 gr the kering kedalam Erlenmeyer 500ml, ditambahkan 250ml air dan 25 gr CaCo3.
2)      Dipanaskan campuran diatas uap air selama 20menit,sambil sewaktu-waktu diaduk atau di goncang.
3)      Didinginkan diudara, saring  larutan air dengan menggunakan corong Buchner besar serta pengisapan sampai sisa padat ditekan kering.
4)      Dipindahkan larutan air kedalamcorong pisah 500ml, partikel padat jangan sampai terbawa.
5)      Dibiarkan dingin diudara, lalu lakukan ekstraksi dua kali masing-masing dengan 25ml kloroform atau metilen klorida. Dengan hati-hati selama 5-10 menit. Jika terjadi emulsi yang sukar dipisahkan, coba tambahkan sedikit pelarut lagi.
6)      Disimpan corong pada statif atau klem,biarkan beberapa saat sampai terpisahkan dua lapisan.
7)      Ditampung seluruh lartan kloroform kedalam tabung destilasi diatas penangas air, sampai diperoleh larutan januhnya yang mungin berwarna hijau
8)      Didinginkan secara bertahap sampai tebentuk kristalnya sebanyak mungkin
9)      Dilakukan kristalisasi dengan melarutkannya dalam 5 ml benzene panas dan tambahkan 10ml petroleum benzene
10)  Dipisahkan Kristal dengan penyaringan vakum menggunakan corong Buchner
11)  Dilakukan rekkristalisasi tahap dua dengan menggunakan campuran pelarut yang  sama
12)  Ditimbang dan tentukan titik lelehnya (sekitar 225-250oC).

Adapun video yang terkait dalam praktikum kali ini yaitu :

permasalahan:
1. metilen klorida dan kloroform merupakan senyawa yang berbeda. apakah persamaan yang dimiliki keduanya sehingga metilen klorida bisa digantikan dengan kloroform pada percobaan ini?
2. Pada percobaan ini mengapa menggunakan pelarut klorofrom untuk mengekstrak kafein?
3. Dari video yang saya lihat, penambahan kalsium karbonat menghasilkan endapan putih. Apakah zat yang mengendap tersebut adalah kalsium karbonat juga? lalu apa fungsi penambahan kalsium karbonat tersebut?

Kamis, 17 Oktober 2019

Potensi Pemanfaatan Alkaloid untuk Makhluk Hidup


Potensi Pemanfaatan Alkaloid untuk Makhluk Hidup

Alkaloid ini banyak terdapat pada biji, daun, batang tanaman. Selain tanaman, alkaloid juga terdapat pada jamur dan hewan. Daun yang mengandung alkaloid ini biasanya kebanyakan berasa kelat dan pahit. Manfaat alkaloid pada tumbuhan yaitu sebagai tandon penyimpan nitrogen, untuk pengatur tumbuhnya tumbuhan, namun ada juga yang dapat menghambat, untuk melindunginya dari predator dan gangguan hewan seperti halnya manfaat senyawa metablit sekunder lainnya.
Alkaloid sendiri diartikan sebagai salah satu senyawa yang termasuk kedalam golongan metabolit sekunder yang mempunyai sifat alkali. Nama alkaloid sendiri diambil karena senyawa ini memiliki sifat alkali. Alkaloid ini dikatakan memiliki sifat alkali dikarenakan senyawa ini mempunyai nitrogen baik satu atau lebih dalam bentuk amina primer, sekunder, maupun tersier. Alkaloid ini diartikan juga sebagai suatu senyawa organik siklik yang memiliki nitrogen secara terbatas dengan tingkat oksidasi negatif dalam makhluk hidup.
Senyawa alkaloid ini dapat diperoleh pada beberapa bagian di tubuh tumbuhan, diantaranya seperti akar, batang, dauh, dan biji. Pada tanaman, senyawa alkaloid ini berperan untuk melindungi tanaman yang ada alkaloid ini dari gangguan serangga ataupun herbivora. Morfin ini biasanya sering digunakan dalam menahan rasa sakit. Penggunaanya yang sesuai dosis memilik manfaat baik bagi kesehatan, namun penggunaannya yang berlebihan banyak terjadi dan disalahgunakan menjadi obat-obat yang terlarang.

Adapun contoh dari penggunaan atau pemanfaatan dari alkaloid adalah sebagai berikut :

Temabkau
Selain bermanfaat dibidang kesehatan. Nikotin ini juga biasa digunakan sebagai bahan dalam rokok yang sering di hisap oleh para perokok didunia ini terutama diindonesia.

Opium
Tumbuhan ini digunakan oleh masyarakat di daerah Mesopotamia dengan menggunakan getah dari opium sebagai pereda rasa sakit pada saat pembedahan dengan cara diolesinya getah opium pada pisau yang digunakan untuk membedah si pasien.

Tomat
Beberapa penelitian yang membuat jurnal menulis bahwa tomat berguna sebagai obat diare, gangguan pencernaan serta memulihkan fungsi hati. Kandungan didalam buah tomat dipercaya mampu menghambat pertumbuhan sel kanker seperti kanker endometrial.

permasalahan :

1. dalam kehidupan tentunya kita semua memiliki cara tersendiri untuk melindungi diri sendiri dari sebuah ancaman. pada tanaman tentunya memiliki cara mereka sendiri juga, terutama tanaman yang mengandung alkaloid. tolong anda jelaskan bagaimana cara dan bagaimana peran alkaloid pada tanaman yang membuat hama atau serangga yang mengganggunya itu pergi atau tidak mengusik tanaman tersebut?

2. pada saat dokter atau suster yang akan melakukan suatu pengobatan, kita contohkan saja orang sakit jiwa yang sedang mengamuk. dokter atau suster yang bertugas tentunya akan memberikan obat penenang yang dimana kita ketahui bahwa obat penenang juga mengandung alkaloid di dalamnya yang akan di suntikan pada orang tersebut. nah tolong anda jelaskan bagaimana cara interaksi ataupun cara kerja obat tersebut pada tubuh orang sakit jiwa yang sedang mengamuk tersebut?

3. seperti yang sudah kita ketahui, bahwa senyawa alkaloid itu tidak terdapat didalam semua tanaman. dan juga kita ketahui bahwa alkaloid juga bersifat beracun, tapi kenapa alkaloid tersebut masih dimanfaatkan dalam bidang medis?

Selasa, 15 Oktober 2019

Perocbaan 6 Laporan Skrining Fituokimia Senyawa Bahan Alam (Awal)


PEROCBAAN 6
I. Judul       : skrining fituokimia senyawa bahan alam
II. Tujuan   : adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut
  a. dapat mengenal dan memahami dan memahami teknik-teknik skrining fitokimia bahan alam
b. dapat mengetahui jenis-jenis pereaksi yang digunakan dalam skrining fitokimia bahan alam
c. dapat melakukan skrining fitokimia bahan alam dari suatu simplisia tumbuhan
III. Landasan Teori
Salah satu pendekatan untuk penelitian tumbuhan obat adalah skrining fitokimia yang terkandung dalam tanaman. Metode ini digunakan untuk mendeteksi adanya golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, kumarin, steroid/terpenoid. Skrining fitokimia adalah metode analisis untuk menentukan jenis metabolit sekunder yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan karena sifatnya yang dapat bereaksi secara khas dengan pereaksi tertentu. Skrining fitokimia dilakukan melalui serangkaian pengujian dengan menggunakan pereaksi tertentu (riyanti, 2008).
Skrining fitokimia merupakan tahap pendahuluan dalam suatu penelitian fitokimia yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang golongan senyawa yang terkandung dalam tanaman yang sedang diteliti. Metode skrining fitokimia dilakukan dengan melihat reaksi pengujian warna dengan menggunakan suatu pereaksi warna.
Hal penting yang berperan adalah pemilihan pelart dan metode ekstraksi. Pendekatan fitokimia meliputi analisis kualitatif kandungan kimia dalam tumbuhan atau bagian tumbuhan (akar, batang, daun, buah, dan biji). Terutama kandungan metabolit sekunder yang bioaktif yaitu alkaloida dan yang lainnya (kristianti,2008).
Menurut iswanan (2012), Skrining fitokimia merupakan analisis kualitatif terhadap senyawa-senyawa metabolit sekunder. Suatu ekstrak dari bahan alam terdiri atas berbagai macam metabilit sekunder yang berperan dalam aktivitas biologinya. Senyawa tersebut dapat di identifikasi dengan pereaksi-pereaksi yang mampu memberikan ciri khas dari setiap golongan metabolit sekunder.
Skrining fitokimia dilakukan apabila ekstrak dari tumbuhan yang diperoleh tidak diketahui kandungan kimianya. Skrining fitokimia ini ditunjukkan untuk mengetahui kandungan senyawa atau golongan senyawa dalam suatu tanaman atau ekstrak tanaman. Metode skringin harus memiliki persyaratan, yaitu :
-          Metode sederhana dan cepat
-          Peralatan yang digunakan sedikit mungkin selektif dalam mengidentifikaasi senyawa-senyawa tertentu dalam kelompok senyawa yang diteliti.
-          Golongan yang dapat ditentukan dengan cara uji warna; penentuan kelatrutan; bilangan Rf; dan ciri spectrum UV.
Metode ekstraksi adalah kegiatan penarikan kandungan kimia yang dapat larut dari suatu bahan simplisia sehingga terpisah dari bahan yang tidak dapat larut. Dalam satu simplisisa ada senyawa yang dapat larut dalam cairan penyair dan ada yang tidak larut seperti serat, karbohidrat, protein, dan lain-lain. Kelebihan metode ekstraksi diantaranya maserasi; perkolasi; dan sokletasi (hariana,2008).
IV. Alat dan Bahan
4.1 Alat
- tabung reaksi                             - plat tetes                            - pipet tetes
- Erlenmeyer 250 ml                   - gelas kimia 200 ml            - lumping
- corong gelas                              - gelas ukur
4.2 Bahan
- pereaksi dragendorf                 - etanol                                 - brusin
- kloroform                                  - iodine                                 - shinoda
- NaOH padat                             - pereaks wagmer                 - Heksan
- pereaksi meyer                          - methanol                            - KI
V. Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut :
a)   Pemeriksaan Alkaloida
1.    Dihaluskan simplisia tumbuhan sebanyak 2-4 gr pada lumpang dengan menambahkan sedikit kloroform dan pasir bersih (silica).
2.    Bahan tumbuhan yang sudah halus dibasahi dengan 10ml kloroform, lalu gerus lagi dan ditambahkan 10 ml kloroform amoniak 1/20 N dan gerus lagi.
3.    Saring bahan yang telah digerus tadi kedalam tabung reaksi, tambahkan 10 tetes larutan asam sulfat 2N, lalu dikocok.
4.    Dipisahkan dan didekantasikan lapisan asam kedalam tiga tabung reaksi kecil dan masing-masing tabung ditambahkan dengan satu tetes pereaksi Meyer, Wagner, dan Dragendorf.
b)   Pemeriksaan Steroid dan Terpenoid
1.    Dimasukkan simplisia tumbuhan 5 gr kering yang telah dirajang halus kedalam erlenmeyer 250 ml. Lalu tambahkan dengan 25 ml etanol dan diaduk-aduk.
2.    Panaskan diatas penangas air selama 10 menit (jangan menggunakan api langsung), dan saring dalam keadaan panas.
3.    Diuapkan filtrat pelarutnya dengan rotary evaporator atau dengan menggunakan penangas air sehingga diperoleh ekstrak pekat etanol.
4.    Dititrasi ekstrak pekat etanol dengan sedikit eter dan beberapa tetes larutan eter ditempatkan dalam 2 lobang plat tetes dan biarkan kering.
5.    Ditambahkan 2-3 tetes anhidrida asam asetat, diaduk dengan hati-hati.
6.    Ditambahkan 1 tetes asam sulfat pekat dan amati perubahan warna yang terbentuk.
7.    Periksalah reaksi dengan menambahkan asam sulfat pekat pada lobang plat tetes yang satu lagi, amati warna yang terjadi. Kalau terbentuk warna yang sama sangat boleh jadi contoh tumbuhan yang diperiksa tidak mengandung terpenoida tapi senyawa lain yang bereaksi dengan asam sulfat pekat.
c)    Pemeriksaan Flavonoida
1.    Diekstrasksi 0,5 gr simplisia tumbuhan yang telah dihaluskan dengan 10 ml etanol panas selama 5 menit dalam tabung reaksi.
2.    Disaring hasil ekstrak dan filtratnya ditambahkan beberapa tetes HCl pekat, lalu ditambahkan lebih kurang 0,2 gr bubuk magnesium. Bila timbul warna merah tua, menandakan contoh mengandung flavonoid. Cara uji teknik shinoda (Mg+HCl).
3.    Cara lain pengujian flavonoid, dengan menambahkan ekstrak etanol diatas dengan 2 tetes NaOH 10% . adanya flavonoid ditandai dengan perubahan warna kuning-orange merah.
d)   Pemeriksaan Saponin
1.    Dimasukkan lebih kurang 0,5 gr bahan tumbuhan kedalam tabung reaksi, lalu tambahkan 10 ml air panas dan biarkan menjadi dingin kemudian dikocok selama 10 detik.
2.    Bila terbentuk busa yang stabil setinggi 1-10cm selama 10 menit tidak hilang saat penambahan 1 tetes asam klorida 2N pada perlakuan ini, berarti tes saponin adalah positif.
e)    Pemeriksaan Kuinon
Dipotong-potong halus simplisia tumbuhan, kemudian diekstraksi dengan eter. Jika warna contoh yang diuji masuk kedalam pelarut eter boleh jadi zat warna yang ada adalah kuinon.
f)    Pemeriksaan Kumarin
Ekstrak metanol atau ekstrak dari simplisia tumbuhan dapat dideteksi keberadaan kumarinnya dengan cara ekstrak etanol atau metanol dari contoh kromatografi lapis tipis, dengan menggunakan eluen etil asetat atau etil asetat : metanol (9:1) atau (8:2). Dibawah sinar ultraviolet gelombang panjang 360 nm kumarin biasanya akan berfloresensi biru dan kalau noda ini diberi uap ammonium akan terlihat noda yang berwarna kuning.

link video



Permasalahan
1. Pada percobaan ini kita harusnya melakukan percobaan dengan rotary evaporator. Apakah hasilnya akan berbeda jika kita menggunakan destilasi? Apa inti tujuan dari perlakuan tersebut?
2. jelaskan kenapa pada saat dilakukannya pemeriksaan Alkaloida terjadinya proses dekantasi?
3. Pada saat dilakukannya pemeriksaan steroid dan terperoid apa fungsi penambahan asam sulfat tersebut?

Sabtu, 12 Oktober 2019

Keragaman dan Keunikan Struktur Kimia Alkanoid


Keragaman dan Keunikan Struktur Kimia Alkanoid



Pada tumbuhan senyawa metabolit ini tidak sebanyak flavanoid dan terpenoid. Alkaloid kebanyakan dikelompokkan berdasarkan kesamaan sumber asal molekulnya yang didasari dengan metabolic pathway yang akan digunakan untuk membentuk senyawa tersebut. Adapun biosintesis dari sebuah alkaloid tidak diketahui, alkaloid digolongkan menurut nama senyawanya, termasuk nama senyawa yang tidak mengandung nitrogen (karena struktur molekulnya terdapat dalam produk akhir.

didalam suatu senyawa alkanoid ini sifatnya basa atau alkali dan sering juga dijumpai dialam dan penyebabnya sifat basa ini karena adanya atom nitrogen terhadap suatu molekul baik itu pada stuktur heterosiklik maupun aromatis. pada senyawa alkanoid memang tersebar luas dialam terutama paling sering ditemukan pada tumbuh tumbuhan tetapi pada senyawa alkanoid sendiri ini juga mengandung paling sedikit 1 atom nitrogen dan ia juga memiliki keaktifan tertentu terkadang alkanoid ini juga terdapat pada pengobatan.

Penggolongan Alkaloid menurut Hegnauer dikelompokkan menjadi beberapa golongan, yaitu true Alkaloid, Protoalkaloid, dan Pseudoalkaloid. Meskipun terdapat beberapa perkecualian. Alkaloid juga dikelompokkan berdasarkan atom hidrogennya yaitu alkaloid dengan atom nitrogen heterosiklik dan alkaloid tanpa atom nitrogen yang heterosilik.

Permasalahan:

1. alkaloid yang terkandung didalam tumbuhan itu berfungsi sebagai anti bakteri. Coba anda jelaskan mekanisme atau cara kerja alkaloid yang berperan sebagai anti bakteri.

2. pada alkaloid yang ada pada tumbuhan atom nitrogen merupakan ciri khas dari struktur alkaloid tersebut. nah apa hubungan dari atom nitrogen dan struktur alkaloid sehingga nitrogen selalu berikatan dan pasti ada nitrogen setiap dalam struktur alkaloid

3. tentunya kita sudah belajar bahwa flavonoid, dan terpenoid itu hampir semua terdapat didalam semua jenis tumbuhan dan buahan. Nah senyawa alkaloid ini tidak terdapat pada semua tumbuhan ataupun buah-buahan. Mengapa bisa demikian?

Jumat, 11 Oktober 2019

Potensi Pemanfaatan Flavonoid Untuk Makhluk Hidup


Potensi Pemanfaatan Flavonoid Untuk Makhluk Hidup
Flavonoid ini tadi sudah dijelaskan bahwa dia ini banyak sekali terdapat pada buah - buahan dan juga sayur - sayuran. Kandungan yang terdapat pada flavonoid ini itu sangat bagus dan menguntungkan, tidak akan membuat seseorang ataupun tumbuhan dan sayuran tersebut menjadi rugi. Dan dibawah ini kita akan membahas makanan yang mengandung flavonoid dan apa manfaatnya bagi makhluk hidup.
Flavonoid yaitu sekumpulan senyawa bioaktif yang terdapat banyak pada makanan, dan makanan ini sendiri berasal dari tumbuhan. Flavonoid mempunyai banyak sekali manfaat mirip dengan antioksidan dan merupakan salah satu jenis dari antioksidan. Manfaat dari flavonoid ini sangat banyak untuk tubuh. Salah satu manfaatnya yaitu bisa menangkal dan menyembuhkan sel yang rusak akibat dari radikal bebas. Radikal bebas ini lah yang membuat sebuah penyakit kronis, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.
Secara umumnya ataupun garis besarnya, pemanfaatan flavonoid ini cendrung banyak pada bidang obat-obatan sama halnya seperti terpenoid. Flavonoid ini berada tersebar pada tumbuhan atau tanaman yang ada di sekitar Anda. Baik itu buah-buahan maupun sayuran yang biasa Anda olah di dapur ataupun yang biasa aAda konsumsi. Ternyata mengkonsumsi buah, sayur (tumbuhan) yang mengandung flavonoid dengan cukup akan memberikan dampak yang sangat baik bagi tubuh yang mampu mendukung kesehatan tubuh Anda.
Berikut beberapa tanaman yang memiliki kandungan senyawa flavonoid yaitu sebagai berikut :

1. Sirsak
Jenis senyawa flavonoid yang terdapat dalam sirsak yaitu fenol. Gimana kandungan yang terdapat dalam sirsak dapat berperan sebagai antioksidan yang membantu mengurangi radikal bebas. Selain itu dapat mengobati penyakit darah tinggi (hipertensi).

2. Rosella
Tanaman bunga yang identik dengan warna merah ini ternyata tidak hanya mampu memperindah halaman rumah saja, tetapi juga memiliki segudang manfaat karena kandungannya. Bunga rosella ini memiliki aktivitas antioksidan yang disebabkan oleh adanya senyawa gugus fenolik di dalamnya. Berdasarkan penelitian yang ada, ternyata di dalam bunga Rosella ini terdapat kandungan senyawa fenolik berupa flavonoid jenis flavanol dan juga antosianin. Dimana disini antosianin secara internal (bagi tumbuhan Rosella itu sendiri) berperan sebagai pigmen atau pemberi warna pada bunga ini. Peran lainnya dari antosianin yang terdapat dalam kelopak bunga rosella ini adalah sebagai antioksidan yang baik.
Dalam dunia perindustrian makanan atau minuman antosianin ini berfungsi sebagai pewarna makanan yang digunakan pada susu, minuman ringan, bubuk minuman dan masih banyak lagi. Ada juga beberapa negara yang menggunakan sneyawa antosianin ini sebagai pewarna kertas, sehingga seperti yang kita lihat kertas sekarang beragam warnanya berkat kandungan antosianin yang mampu diisolasi dari dalam tumbuhan.

3. Apel
Apel merupakan salah satu buah - buahan yang banyak disukai orang. Karena didalam buah apel ini banyak mengandung khasiat yaitu ada vitamin C, serat, antioksidan, flavonoid dan masih banyak lagi, dan nama dari flavonoid didalam buah apel ini adalah quercetin. Apel ini juga banyak dikonsumsi untuk dibuat menjadi jus dan salad tidak hanya sekedar jadi buah saja.

4.  kacang kedelai
Kacang kedelai merupakan salah satu dari makanan yang mengandung flavonoid. Kacang kedelai ini sangat banyak bisa diolah menjadi tempe, tahu, susu dan masih banyak lagi yang lainnya. Manfaat atau nutrisi dari kacang kedelai ini juga banyak sekali seperti protein, karbohidrat, serat termasuk juga antioksidan dan lain - lain. Orang banyak mengonsumsi kacang kedelai ini sebagai cemilan karena bentuknya yang kecil, praktis, dan juga sangat menyehatkan bagi tubuh. Dan manfaat yang terkandung didalam kacang kedelai ini yaitu : Untuk sumber protein tinggi, Untuk mencegah sakit kanker payudara, Untuk menurunkan gula darah, Untuk mengurangi efek panas pada wanita yang usianya sudah menua, Untuk membantu dalam diet.

Permasalahan :
1. banyak wanita yang mengalami kanker payudara, dan di anjurkan oleh dokter untuk mengkonsumsi banyak kacang kedelai untuk pencegahan atau penanggulangan kanker. Bagaimana cara kerja dan apa yang menyebabkan kanker tersebut dapat di obati atau di cegah?
2. di dalam apel memiliki Kandungan senyawa quercetin yang berperan sebagai obat untuk mencegah penyakit jantung dan lain-lainnya. Selain itu, apel juga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Apakah dengan mengkonsumsi apel dapat menggantikan obat-obatan kimia untuk menyembuhkan kanker?
3. pada sayuran, dan buah-buahan yang mengandung banyak flavonoid dan memiliki manfaat tersendiri. 
nah jika buah atau sayuran tersebut mengalami pembusukan atau layu atau tidak segar lagi. apakah flavonoid yang terkandung didalam buah-buahan atau sayuran tersebut akan berkurang?

Kamis, 03 Oktober 2019

Keragaman dan Keunikan Struktur Flavonoid


Keragaman dan Keunikan Struktur Flavonoid
Flavonoid berasal dari kata "Flavon" yang artinya senyawa fenol yang banyak terdapat di alam. Flavonoid banyak ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan (kecuali Alga), seperti pada akar, batang, daun, bunga, biji, dan benang sarinya. Flavonoid ini mempunyai rumus C6-C3-C6 yang mana cincin benzena terikat pada rantai propane (C3). Dapat dilihat dari rumus tersebut, bahwa flavonoid mempunyai 15 atom karbon yang menyusunnya.
Seperti yang kita ketahui tumbuhan menghasilkan bebrapa produk sekunder yang mengandung gugus fenol. Senyawa ini dikelompokkan ke dalam suatu senyawa fenolik. Flavonoid juga merupakan suatu senyawa hasil dari produk metabolit sekunder. Flavonoid termasuk dalam golongan senyawa phenolic.
Struktur flavonoid terdiri dari beberapa bagian yaitu, satu cincin aromatik, satu cincin aromatik, dan cincin tengah berupa heterosiklik yang mengandung oksigen.

Flavonoid merupakan kandungan khas tumbuhan hijau. Flavonoid sendiri banyak ditemukan di alam pada tumbuhan baik dibagian akar, batangm daun, buah, bunga, ataupun bagian tumbuhan yang lainnya. Warna bunga, buah, ataupun daun yang dimiliki oleh tumbuhan merupakan salahsatu hak yang dimiliki oleh senyawa flavonoid. Beragam warna yang diberikan senyawa flavonoid pada bunga digunakan untuk menarik serangga atau hewan sejenisnya yang berguna untuk membantu proses penyerbukan.
Berdasarkan derajat oksidasi pada jembatan berkarbon 3 falvonoid dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu anthosianin, flavon, flavonol, isoflavon, flavanol, dan flavanon.

1. Antosianin


2. flavon




3. Flavonol


4. Isoflavon


5. Flavanol

6. Flavanon



Permasalahan :
1. Pada umumnya flavonoid banyak terdapat pada Jaringan, terutama pada tumbuhan. Nah apakah jaringan pada hewan juga terdapat senyawa flavonoid?
2. Dalam tumbuhan ditemukan hanya sedikit kandungan flavanonol. Jadi apakah masih bisakah flavononol mempengaruhi sifat tanaman tersebut?
3. apa sebab dari warna yang berbeda pada tumbuhan dan adakah kaitannya dengn struktur anthosianin itu sendiri?